Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa Itu Menulis?

Apa Itu Menulis?

Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, Susunan W.J.S. Poerwadarminta (1989), menulis adalah membuat huruf (angka dsb.) dengan pena (pensil, kapur, dsb.). Arti yang lain, menulis adalah melahurkan pikiran atau perasaan (seperti mengarang, membuat surat dsb.).




Mengapa Menulis Penting?

Menulis adalah keterampilan komunikasi utama selain membaca, menyimak, dan berbicara.

Menulis mengikat ide atau gagasan yang ada di dalam pikiran Anda.

Menulis membuat pikiran lebih teratur. Anda dapat lebih mudah melihat dan mengerti pola pikir Anda setelah Anda menuliskannya.

Menulis pada dasarnya adalah tindakan kreatif yang melibatkan kedua sisi otak. Otak sisi kiri adalah analitis dan logis, sementara otak sisi kanan adalah yang lebih kreatif. Untuk menulis apa pun, kedua sisi otak sama-sama dibutuhkan.

Menulis membantu untuk mengurai dan lebih memahami sebuah masalah. Kalau Anda sedang memikirkan masalah, ada baiknya Anda menuliskannya.

Menulis membantu memperjelas mengenai gagasan Anda kepada diri Anda dan orang lain. Agar dapat masuk akal, gagasan sebaiknya dituliskan dalam kata-kata.

Menulis membuat kita memiliki sejarah. Semua sejarah tentang orang, tempat, ajaran, atau peristiwa dapat kita pelajari karena ada yang menuliskannya.

Menulis meningkatkan keterampilan komunikasi. Bila semua hal (pendapat, amatan, ide) dapat Anda sampaikan dalam bentuk tertulis maka Anda semakin fasih dalam penyampaian dan pemikiran terkait hal itu.

Menulis bila dapat dilakukan setiap hari (atau dalam pola waktu tertentu secara rutin) maka akan membangun disiplin.

Menulis merupakan keterampilan kerja yang penting. Dalam pekerjaan apa pun, suatu waktu Anda harus menulis, misalnya laporan, chat WA, email, atau catatan yang ditempel pada meja rekan kerja Anda.

Menulis dapat mengatasi kecemasan atau depresi. Anda dapat memindahkan atau menuangkan kegelisahan, ketakutan, dan trauma dalam bentuk tulisan. Menulis adalah salah satu cara menyalurkan pikiran dan perasaan Anda untuk menuju kondisi mental yang lebih baik.


Jenis-Jenis Menulis

Menulis secara ekspositori (expository writing). Menulis jenis ini bertujuan untuk menjelaskan sesuatu secara lebih rinci, atau memberikan wawasan dan petunjuk tentang topik tertentu. Dalam uraiannya, penulis berusaha memberi data yang lengkap berupa fakta dan angka.

Menulis secara deskriptif (descriptive writing). Menulis jenis ini bertujuan untuk membawa pembaca masuk ke dalam karya tulis tersebut seolah-olah pembaca seperti mengalami apa yang ditulis secara langsung. Dalam uraiannya, penulis berupaya menggambarkan tempat, orang, peristiwa, situasi, atau lokasi dengan cara yang sangat rinci sehingga pembaca seperti mengalami apa yang penulis dengar, lihat, cium, cicipi, dan rasakan.

Menulis secara naratif (narrative writing). Menulis jenis ini bertujuan untuk menuturkan suatu cerita. Ada plot yang jelas serta dilengkapi dengan latar (setting), karakter, dialog, konflik, dan resolusinya. Dalam uraiannya, penulis berupaya memiliki semaca garis waktu atau urutan peristiwa yang secara bertahap dibangun dari sebuah awal yang logis sampai dengan ke titik konflik dan penyelesaian.

Menulis secara persuasif (persuasive writing). Menulis jenis ini bertujuan untuk mempengaruhi pembaca agar percaya atau melakukan sesuatu. Penulis mencoba meyakinkan tindakan atau pemikiran pembaca agar selaras dengan tujuannya sebagai penulis. Dalam uraiannya, penulis berupaya melengkapi paparannya dengan alasan, argumen, dan pembenaran. Dalam tulisan persuasif, penulis meminta pembaca agar setuju terhadap sudut pandangnya.


Meningkatkan Minat Menulis

Membuat buku alfabet atau abjad. Untuk membuat anak terbiasa dengan huruf alfabet, buatlah buku dengan satu huruf per halaman (bantu huruf itu dengan visual tertentu). Bila anak sudah lebih besar, bisa dibuat berdasar tema tertentu, dan setiap huruf bisa diberi uraian penjelas. Cara ini dapat juga dilakukan untuk orang dewasa.

Menulis surat. Dorong anak untuk menulis surat yang ditulis dengan tangan kepada teman atau anggota keluarga. Orang dewasa dapat juga melakukan metode ini, bisa menulis surat yang ditujukan kepada sahabat atau pacar.

Buatlah area untuk menulis di tempat tinggal Anda. Sediakan kertas kosong dan alat tulis. Untuk anak-anak, kegiatan menulis tidak selalu harus menggunakan pulpen dan pensil, bisa menggunakan misalnya crayon.

Menulis dalam bentuk jurnal (atau buku harian; diary) adalah cara yang bagus untuk mengekspresikan pikiran dan perasaan sekaligus meningkatkan keterampilan menulis.

Meniru format tulisan yang sudah ada. Bagi orang dewasa dapat berlatih menulis email, laporan, proposal, hingga artikel atau buku tip-trik dengan mencontoh yang sudah ada. Bagi anak dapat berlatih menulis meniru format tulisan sederhana seperti daftar belanjaan, ucapan terima kasih untuk guru atau orang tua, dan kartu liburan.

Jadikan menulis sebagai aktivitas yang menyenangkan.

Sumber foto: Aaron Burden.


Posting Komentar untuk "Apa Itu Menulis?"