Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kekuatan Desain Grafis

Setiap hari, kita menerima begitu banyak sinyal atau tanda artistik di sekitar kita. Banyak yang tampak dengan jelas tapi banyak yang juga dirancang dan ditempatkan secara halus sehingga hampir tidak terlihat.




Setiap hari, kita menerima begitu banyak sinyal atau tanda artistik di sekitar kita. Banyak yang terlihat dengan jelas tapi banyak yang juga dirancang dan ditempatkan secara halus sehingga hampir tidak terlihat.

Kita dapat melihat sinyal atau tanda artistik itu pada surat kabar atau majalah yang dibaca, papan reklame di jalan, papan nama toko atau cafe, pakaian yang dipakai, kemasan produk yang dibeli, hingga warna aplikasi dalam gawai. Semua itu adalah gagasan yang dirancang secara khusus untuk mempengaruhi persepsi kita.

Siapa yang mengerjakan hal-hal semacam itu? Salah satunya adalah orang yang mempelajari ilmu atau bidang Desain Grafis.

William Dwiggins, seorang ilustrator dan desainer buku, dapat dikatakan sebagai orang yang pertama kali menciptakan kata atau istilah “graphic design”. Ia memakai istilah tersebut untuk menggambarkan karyanya dalam komunikasi cetak seperti desain buku, ilustrasi, tipografi, ilustrasi huruf (lettering), dan kaligrafi.

Desain Grafis sangat berhubungan dengan persepsi dan citra. Desain grafis menggunakan komposisi visual untuk memecahkan masalah dan mengkomunikasikan ide melalui tipografi, warna, dan bentuk.

Apa itu Desain Grafis?

The Interaction Design Foundation mendefiniskan desain grafis sebagai:

Keahlian para profesional yang membuat konten visual untuk mengkomunikasikan pesan. Dengan menerapkan hierarki visual dan teknik tata letak halaman, desainer menggunakan tipografi dan gambar untuk memenuhi kebutuhan khusus pengguna dan berupaya fokus pada logika bagaimana menampilkan elemen-elemen yang terkait dengan desain secara interaktif, untuk mengoptimalkan pengalaman pengguna.

Dalam artikel yang ditulis oleh Callie Malvik dalam situs Rasmussen, Callie memaparkan beberapa definisi desain grafis.

Menurut Alexandros Clufetos, desain grafis adalah penggunaan elemen-elemen grafis dan tekstual, lalu mengimplementasikannya ke dalam berbagai jenis media. Desain grafis membantu produsen terhubung dengan konsumen.

Menurut American Institute of Graphic Arts (AIGA), desain grafis adalah seni dan praktik perencanaan dan proyeksi gagasan-gagasan dan pengalaman-pengalaman melalui konten visual dan tekstual. Sederhananya, desain grafis mengomunikasikan ide atau pesan tertentu secara visual.

Sean Adams mengatakan bahwa desain grafis adalah bagaimana mengombinasikan bentuk-bentuk, gagasan-gagasan, dan gambar-gambar untuk membuat sebuah konsep baru.

Mila Jones Cann memaparkan sejumlah jenis-jenis desain grafis yang dapat ditekuni sebagai berikut:

1. Desain grafis publikasi (publication graphic design).

Desain publikasi adalah contoh klasik dari desain, umumnya tampil dalam bentuk penerbitan media cetak (sekarang banyak juga yang berbentuk penerbitan digital), seperti koran, buku, dan katalog. Bentuk karya dari desain grafis publikasi adalah jalinan antara tipografi dengan fotografi, grafik, dan ilustrasi.

Contoh dari desain grafis publikasi: buku, direktori, majalah, katalog.

2. Desain grafis lingkungan (environmental graphic design).

Desain grafis lingkungan secara visual menghubungkan orang-orang dengan tempat untuk meningkatkan pengalaman mereka secara keseluruhan. Caranya adalah dengan membuat tempat (ruang) menjadi lebih berkesan, menarik, informatif, atau lebih mudah dinavigasi.

Desain grafis lingkungan adalah praktik multidisiplin yang menggabungkan desain grafis, arsitektur, interior, lanskap, dan industri.

Contoh dari desain grafis lingkungan: rambu-rambu, mural di dinding, interior toko ritel, navigasi transportasi umum.

3. Desain grafis pemasaran & periklanan (marketing & advertising graphic design).

Desain grafis pemasaran dan periklanan adalah upaya untuk mempromosikan dan mengomunikasikan secara lebih efektif suatu produk, layanan, atau merek. Sasaran yang dituju adalah masuk ke dalam proses pembuatan keputusan target audiens.

Contoh dari desain grafis pemasaran & periklanan: iklan di surat kabar dan majalah, postcard dan flyer, dan brosur (cetak dan digital).

4. Desain grafis kemasan (packaging graphic design).

Desain grafis pada kemasan membutuhkan keterampilan konseptual dan pengetahuan yang kuat mengenai desain cetak dan manufaktur industri.

Contoh dari desain grafis kemasan: desain untuk kemasan tertentu (seperti label atau kaleng minuman); desain untuk industri tertentu (seperti makanan atau mainan anak-anak).

5. Desain grafis identitas visual (visual identity graphic design).

Desain grafis identitas visual adalah elemen-elemen visual dari suatu identitas merek (brand identity) yang bertindak sebagai wajah merek untuk mengomunikasikan kualitas-kualitas yang tidak berwujud melalui gambar, bentuk dan warna.

Contoh dari desain grafis identitas visual: logo atau tipografi yang mewakili kepribadian sebuah merek.

6. Seni dan ilustrasi untuk desain grafis (art and illustration for graphic design).

Seni grafis dan ilustrasi sebenarnya bebeda dengan desain grafis. Seniman grafis dan ilustrator membuat karya seni asli (original artwork), tetapi dalam praktiknya karya seni ini juga digunakan dalam penggunaan komersial.

Contoh dari seni dan ilustrasi untuk desain grafis: desain kaos (T-shirt), pola grafis untuk tekstil, novel grafis, infografis, konsep seni (concept art).

7. Desain grafis antarmuka pengguna (user interface graphic design).

Desain grafis antarmuka pengguna adalah proses mendesain elemen visual antarmuka agar mudah digunakan dan memberikan pengalaman yang ramah kepada pengguna. Pada desain antarmuka pengguna, desainer memiliki tugas untuk menyeimbangkan antara fungsi teknis dengan daya tarik estetika.

Contoh dari desain grafis antarmuka pengguna: desain web page, desain aplikasi, antarmuka dari game (game interface).

8. Desain grafis motion (motion graphic design).

Desain grafis gerak (motion) adalah grafis yang bergerak. Ini adalah spesialisasi baru. Desain jenis ini mencakup animasi, video, dan efek-efek lain yang digunakan pada media online, televisi, dan film. Beberapa pengetahuan yang diperlukan pada desain jenis ini adalah pemasaran, coding, dan pemodelan 3D (3D modeling).

Contoh dari desain grafis gerak: trailer; video promosi; video tutorial; video game.

Tugas seorang desainer grafis adalah mengubah identitas dan citra merek serta proposisi nilai-nilai yang ditawarkan suatu produk atau jasa menjadi tampilan grafis.

Sumber foto: Ryan Howerter.

Diperbarui 3 September 2020.


Posting Komentar untuk "Kekuatan Desain Grafis"