Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Keingintahuan (curiosity)

I have no special talents. I am only passionately curious.

Kata-kata di atas adalah pernyataan Albert Einstein tentang bakat. Einstein merasa dirinya tidak punya bakat istimewa, ia hanya punya keingintahuan yang mendalam.

 



Menurut Todd Kashdan, keingintahuan adalah suatu keadaan dari minat yang aktif atau benar-benar ingin tahu lebih banyak tentang sesuatu. Keingintahuan menciptakan keterbukaan terhadap pengalaman yang sebelumnya tidak dikenal dan meletakkan dasar bagi peluang yang lebih besar guna mengalami penemuan dan kegembiraan.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Matthias J. Gruber, Bernard D. Gelman, dan Charan Ranganath (dipublikasikan di majalah Neuron) menunjukkan bahwa ketika keingintahuan seseorang meningkat maka reaksi kimiawi otaknya pun berubah yang kemudian dapat membantu orang tersebut menyimpan informasi dan meningkatkan pembelajaran.

Francesca Gino dalam artikelnya, The Business Case for Curiosity, menulis adanya tiga wawasan penting berdasar penelitiannya tentang keingintahuan yang berkaitan dengan bisnis.

Pertama, keingintahuan membantu para pemimpin dan karyawan beradaptasi dengan kondisi pasar yang tidak pasti dan tekanan eksternal: Ketika rasa ingin tahu terpicu, orang berpikir lebih dalam dan rasional tentang keputusan dan menghasilkan solusi yang lebih kreatif. Selain itu, keingintahuan memungkinkan para pemimpin untuk mendapatkan lebih banyak rasa hormat dari pengikut mereka dan menginspirasi karyawan untuk mengembangkan hubungan yang lebih dapat dipercaya dan lebih kolaboratif dengan rekan kerja.

Kedua, perubahan-perubahan kecil yang dilakukan oleh pemimpin terhadap desain organisasi dan cara mengelola karyawan dapat mendorong dan mengembangkan keingintahuan para karyawan.

Ketiga, meskipun para pemimpin mungkin mengatakan bahwa mereka menghargai karyawan yang memiliki keingintahuan, pada kenyataannya mereka juga menghambat keingintahuan karena khawatir itu akan meningkatkan risiko dan ketidakefisienan.


Mengapa Keingintahuan Penting?

Menurut Donald Latumahina, ada empat alasan mengapa keingintahuan adalah hal penting, yaitu:

1. Keingintahuan membuat pikiran Anda aktif. Orang yang ingin tahu aktif mengajukan pertanyaan dan mencari jawaban di benak mereka.

2. Membuat pikiran Anda memperhatikan keberadaan gagasan-gagasan baru. Keingintahuan membuat Anda memperhatikan berbagai hal dan mengantisipasi munculnya gagasan baru.

3. Membuka kemungkinan-kemungkinan baru. Anda akan dapat melihat dunia dan kemungkinan baru yang biasanya tak terlihat.

4. Membawa kegembiraan ke dalam hidup Anda. Orang yang ingin tahu selalu menghindari rutinitas dan hal-hal yang membosankan.


Mengembangkan keingintahuan

Apa yang dapat dilakukan untuk mengembangkan keingintahuan:

Selalu berpikiran terbuka. Bersikaplah terbuka untuk belajar, melupakan, dan mempelajari kembali. Beberapa hal yang Anda ketahui mungkin bisa salah.

Bertanyalah tanpa henti. Untuk mengetahui lebih dalam dari yang sekadar tampak di permukaan, ajukan pertanyaan-pertanyaan, misalnya: Apa itu? Mengapa dibuat seperti itu? Bagaimana cara kerjanya?.

Anggaplah keingintahuan adalah bagian dari proses belajar yang selalu mengandung kegembiraan.


Referensi:

States of Curiosity Modulate Hippocampus-Dependent Learning via the Dopaminergic Circuit.

Why Curiosity Matters.

4 Reasons Why Curiosity iIs Important and How to Develop It.

Sumber foto:

Posting Komentar untuk "Keingintahuan (curiosity)"